You are currently viewing Pasak Bumi Membunuh Kanker Secara Presisi

Pasak Bumi Membunuh Kanker Secara Presisi

  • Post author:
  • Post category:Herbal

Selama ini, Eurycoma longifolia, atau yang lebih dikenal sebagai Pasak Bumi (Tongkat Ali), identik dengan reputasinya sebagai obat herbal penambah vitalitas dan stamina pria. Namun, penelitian ilmiah modern mulai menguak potensi yang jauh lebih mengejutkan, bukan di ranah kebugaran, melainkan di garis depan peperangan melawan kanker, di mana para ilmuwan menemukan potensinya sebagai senjata biologis yang ‘cerdas’.

1. “Cerdas” Memilih Target, Hanya Menyerang Sel Kanker

Salah satu temuan paling signifikan dari penelitian Pasak Bumi adalah kemampuan senyawa utamanya, eurycomanone, dalam membedakan targetnya. Berbagai studi in vitro menunjukkan bahwa eurycomanone bersifat sitotoksik (racun bagi sel) terhadap beragam jenis sel kanker, termasuk sel kanker payudara (MCF-7), hati (HepG2), serviks (HeLa), ovarium (Caov-3), dan melanoma (HM3KO).

Hebatnya, senyawa ini terbukti relatif tidak beracun atau aman bagi sel-sel normal yang sehat, seperti sel VERO dan MDBK. Kemampuan untuk menargetkan sel kanker secara spesifik sambil meminimalkan kerusakan pada sel sehat adalah ‘cawan suci’ dalam onkologi. Ini membuka peluang untuk mengurangi efek samping sistemik yang parah, yang sering kali menyertai kemoterapi konvensional. Selektivitas inilah yang menjadi dasar mengapa, seperti yang akan kita lihat nanti, Pasak Bumi menunjukkan profil keamanan yang menjanjikan.

“Kemampuan eurycomanone untuk membunuh sel ganas sekaligus bersikap ‘jinak’ terhadap sel normal menunjukkan potensi sebagai alternatif terapi kanker yang lebih aman.”

2. Memicu “Bunuh Diri” Terprogram pada Sel Kanker

Bagaimana eurycomanone membunuh sel kanker? Mekanisme utamanya adalah dengan menginduksi apoptosis, atau yang bisa diibaratkan sebagai “tombol bunuh diri” terprogram yang ada di dalam setiap sel. Proses ini sangat penting untuk menghilangkan sel yang rusak atau abnormal tanpa memicu peradangan.

Eurycomanone bekerja dengan cara memengaruhi keseimbangan protein-protein kunci yang mengatur apoptosis. Secara sederhana, senyawa ini menurunkan kadar protein anti-apoptosis (seperti Bcl-2) yang berfungsi melindungi sel dari kematian. Pada saat yang sama, ia meningkatkan kadar protein pro-apoptosis (seperti Bax dan p53) yang justru mendorong sel untuk menghancurkan dirinya sendiri.

3. Berpotensi Menjadi “Rekan Duet” Obat Kemoterapi

Penelitian tidak hanya melihat Pasak Bumi sebagai agen tunggal, tetapi juga sebagai terapi komplementer. Sebuah studi menarik menguji kombinasi eurycomanone dengan obat kemoterapi standar, doxorubicin, untuk melawan sel kanker payudara (MCF-7 dan T47D).

Hasilnya menunjukkan bahwa kombinasi kedua zat tersebut menghasilkan tingkat apoptosis (kematian sel) yang jauh lebih tinggi dibandingkan penggunaan doxorubicin saja. Menariknya, meskipun pada sel T47D doxorubicin saja sedikit lebih unggul dari eurycomanone saja, kombinasi keduanya terbukti jauh lebih mematikan bagi sel kanker dibandingkan pengobatan tunggal mana pun. Ini mengisyaratkan bahwa Pasak Bumi berpotensi tidak hanya menjadi pengobatan mandiri, tetapi juga dapat berfungsi sebagai “rekan duet” yang meningkatkan efektivitas perawatan kanker yang sudah ada.

4. Memutus “Jalur Pasokan” Pertumbuhan Tumor

Tumor membutuhkan jalur pasokan nutrisi dan oksigen untuk tumbuh dan menyebar, sama seperti pasukan yang membutuhkan logistik untuk maju. Jalur pasokan ini adalah pembuluh darah baru, dan proses pembentukannya disebut angiogenesis. Tanpa angiogenesis, pertumbuhan tumor akan terhambat.

Penelitian menunjukkan bahwa fraksi Pasak Bumi yang kaya akan kuasinoid memiliki efek anti-angiogenesis. Dalam studi ex vivo pada aorta tikus dan in vivo pada membran embrio ayam, ekstrak Pasak Bumi terbukti mampu menekan pertumbuhan pembuluh darah baru (neovascularization) secara signifikan hingga 63,12%. Dengan memutus jalur pasokan ini, Pasak Bumi berpotensi menghambat kemampuan tumor untuk berkembang.

5. Relatif Aman dengan Dosis yang Tepat

Meskipun memiliki kemampuan yang kuat untuk melawan sel kanker, studi toksisitas menunjukkan bahwa Pasak Bumi relatif aman untuk dikonsumsi. Nilai LD50 (dosis yang menyebabkan kematian pada 50% subjek uji) untuk ekstrak airnya (aqueous extract) tercatat sangat tinggi, yaitu lebih dari 3000 mg/kg pada tikus, yang mengindikasikan tingkat toksisitas rendah. Namun, penting untuk dicatat bahwa metode ekstraksi memengaruhi profil keamanannya; ekstrak alkoholnya (alcoholic extract) menunjukkan nilai LD50 yang berbeda, yaitu antara 1500-2000 mg/kg pada mencit.

Dosis harian yang umum direkomendasikan untuk konsumsi manusia adalah sekitar 200-400 mg. Oleh karena itu, meskipun relatif aman, penting untuk memahami bahwa jenis ekstrak (misalnya, air vs. alkohol) memengaruhi profil keamanan, dan penggunaannya harus tetap bijaksana serta tidak berlebihan.

Kesimpulan: Harapan dari Alam dan Jalan yang Masih Panjang

Dari kemampuannya yang ‘cerdas’ untuk membedakan sel sehat dan sel kanker, hingga perannya sebagai ‘rekan duet’ yang memperkuat kemoterapi dan kemampuannya memutus ‘jalur pasokan’ tumor, Eurycoma longifolia adalah contoh nyata bagaimana pengobatan tradisional dapat menjadi sumber yang sangat berharga untuk penemuan kandidat obat modern. Bukti-bukti ilmiah awal ini sangat menjanjikan dan membuka pintu bagi penelitian lebih lanjut.

Jurnal : Jurnal-stamina-endurance-pada-pasak-bumi.pdf

Referensi :

Ang HH & Cheang HS (1999). Studies on the anxiolytic activity
of Eurycoma longifolia Jack roots in mice. Japanese J
Pharmacology, 79 (4), 497-500.
Ang HH & Cheang HS (2001). Effects of Eurycoma longifolia
Jack on laevator ani muscle in both un-castrated and
testosterone-stimulated castrated intact male rats. Archives
Pharmacal Res, 24 (5), 437-440.
Ang HH & Lee KL (2002a). Effect of Eurycoma longifolia Jack
onlibido in middle aged male rats. J Basic & Clinical Physiol &
Pharmacol, 13(3), 249-254.
Ang HH & Lee KL (2002b). Effect of Eurycoma longifolia Jack
on orientation activities in middle aged male rats.
Fundamental & Clinical Pharmacology, 16(6), 479-483.
Ang HH & Ngai TH (2001). Aphrodisiac evaluation in
noncopulator male rats after chronic administration of
Eurycoma longifolia Jack. Fundamental & Clinical
Pharmacology, 15(4), 265-268.
Ang HH & Sim MK (1997). Eurycoma longifolia Jackenhances
libido in sexually experienced male rats. Experimental Animals,
46(4), 287-290.
Ang HH & Sim MK (1998a). Eurycoma longifolia increasessexual
motivation in sexually naive male rats. Archives of Pharmacal
Res, 21(6), 779-781.
Ang HH & Sim MK (1998b). Eurycoma longifolia Jack and
orientation activities in sexually experienced male rats.
Biological & Pharmaceutical Bulletin, 21(2), 153-155.
Ang HH, Chan KL & Mak JW (1995). In vitro anti
malarialactivity of quassinoids from Eurycoma longifolia
against Malaysian chloroquine-resistant Plasmodium
falciparum isolates. Planta Medica, 61(2), 177-178.
Ang HH, Cheang HS & Yusof AP (2000). Effects of Eurycoma
longifolia Jack (Tongkat Ali) on the initiation of sexual
performance of inexperienced castrated male rats.
Experimental Animals, 49(1), 35-38.
Ang HH, Hitotsuyanagi Y, Fukaya H & Takeya K (2002)
Quassinoids from Eurycomalongifolia. Phytochemistry, 59(8),
833-837.
Ang HH, Ikeda S & Gan EK (2001). Evaluation of the potency
activity of aphrodisiac in Eurycoma longifolia Jack.
Phytotherapy Res, 15(5), 435-436.
Ang HH, Lee KL & Kiyoshi M (2003a). Eurycoma longifolia Jack
enhances sexual Motivation in middle-aged male mice. J Basic
& Clinical Physiology & Pharmacology, 14(3), 301-308.
Ang HH, Lee KL & Kiyoshi M (2004). Sexual arousal in sexually
sluggish old male rats after oral administration of Eurycoma
longifolia Jack. J Basic & Clinical Physiology & Pharmacology,
15(3-4), 303-309.
Ang HH, Ngai TH & Tan TH (2003b). Effects of Eurycoma
longifolia Jack on sexual qualities in middle aged male rats.
Phytomedicine, 10(6-7), 590-593.
Ayu-Suzailiana M, Chen CK, Ooi FK & Abdullah MR (2009).
Effects of Eurycoma longifolia Jack supplementation on
recreational athletes’ endurance running performance and
physiological responses in the heat. Programme and Abstract
Book, Joint Conference: 4th Asia-Pacific Conference on
Exercise and Sports Science & 8th International Sports
Science Conference, Kota Bharu, Kelantan, Malaysia, 46.
Bedir E, Abou-Gazar H, Ngwendson JN & Khan IA (2003).
Eurycomanoside: A new quassinoid -type glycoside from the
roots of Eurycoma longifolia. Chemical & Pharmaceutical
Bulletin, 51(11), 1301-1303.
Chan KL, Choo CY, Abdullah NR & Ismail Z (2004).
Antiplasmodial studies of Eurycoma longifolia Jack
using the lactate dehydrogenase assay of Plasmodium
falciparum. J Ethnopharmacology, 92(2-3), 223-227.
Chan KL, Lee SP, Sam TW & Han BH (1989). A Quassinoid
Glycoside from the Roots of Eurycoma longifolia.
Phytochemistry, 28, 2857-2859.
Chan KL, O’Neill MJ, Phillipson JD & Warhurst DC (1986).
Plants as sources of antimalarial drug. Part 31 Eurycoma
longifolia. Planta Medica, 52 (2), 105-107.
Choo CY & Chan KL (2002). High performance liquid
chromatography analysis of canthinone alkaloids from
Eurycoma longifolia. Planta Medica, 68 (4), 382-384.

Choudhary MI & Rahman AU (1997). Elixirs of love. Chemistry
in Britain, 25-27.
Farouk AE & Benafri A (2007). Antibacterial activity of
Eurycoma longifolia Jack. A Malaysian medicinal plant. Saudi
Medical J, 28(9), 1422-1424.
Hamzah S, & Yusof A (2003). The ergogenic effects of Eurycoma
longifolia Jack: A pilot study. Bri J Sports Med, 37(5), 465.
Husen R, Pihie AH & Nallappan M (2004). Screening for
antihyper-glycaemic activity in several local herbs of Malaysia.
J Ethnopharmacology, 95(2-3), 205-208.
Jiwajinda S, Santisopasri V, Murakami A, Sugiyama H, Gasquet
M, Riad E, Balansard G & Ohigashi H (2002). In vitro anti
tumor promoting and anti parasitic activities of the
quassinoids from Eurycoma longifolia, a medicinal plant in
Southeast Asia. J Ethnopharmacology,, 82(1), 55-58.
Kardono LBS, Angerhofer CK, Tsauri S, Padmawinata K, Pezzuto
JM & Kinghorn D.(1991). Cytotoxic and antimalarial
constituents of the roots of Eurycoma longifolia. J Natural
Products, 54, 1360-1367. Kuo PC, Shi LS, Damu AG, Su CR, Huang CH, Ke CH, Wu
JB, Lin AJ, Bastow KF, Lee KH & Wu TS (2003). Cytotoxic
and antimalarial beta carboline alkaloids from the roots of
Eurycoma longifolia. J Natural Products, 66, 1324-1327.
Leursen K, Walter RD & Muller S (1999). The putative gamma
glutamylcystein synthetase from Plasmodium falciparum
contains large insertion and a variable tandem repeat.
Molecular & Biochemical Parasitology, 98, 131-142.
Le Van T & Nguyen Ngoc S (1970). Constituents of Eurycoma
longifolia Jack. J Organic Chemistry, 35(4), 1104-1109.
Mohd-Fuat AR, Kofi EA & Allan GG (2007). Mutagenic and
cytotoxic properties of three herbal plants from Southeast
Asia. Tropical Biomedicine, 24(2), 49-59.
Mohd Ridzuan MAR, Sow A, Mohd Ilham A & Ismail Z (2005).
Effect of Eurycoma longifolia extract on the Glutathione level
in Plasmodium falciparum infected-erythrocytes in vitro.
Tropical Biomedicine, 22(2), 155-163.
Mohd Tambi MI (2005). Standardized water soluble extract of
Eurycoma longifolia (LJ100) on men’s health. Int J Andrology,
28, 25-44.
Mitsunaga K, Koike K & Tanaka T (1994). Canthin-6-one
alkaloids from Eurycoma longifolia. Phytochemistry, 35,
799-802.
Morita H, Kishi E, Takeya K & Itokawa H (1992). Biphenylneo
lignans from Wood of Eurycoma longifolia. Phytochemistry, 31,
3993-3995.
Morita H, Kishi E, Takeya K, Itokawa H & Iitaka Y (1993).
Squalene derivatives from Eurycoma longifolia. Phytochemistry,
34, 765-771.
Ooi FK, Singh R, Sirisinghe RG, Ang BS & Sahil Jamalullail SM
(2001). Effects of a herbal ergogenic drink on cycling
performance in young cyclists. Malaysian J Nutrition, 7, 33-40.
Ooi FK, Singh R, Sirisinghe RG, Ang BS & Sahil Jamalullail SM
(2003). Effects of a herbal drink on cycling endurance
performance. Malaysian J Nutrition, 10(1), 78-85.
Osman A, Jordan B, Lessard PA, Muhammad N, Haron MR,
Riffin NM, Sinskey AJ, Rha C & Housman DE (2003).
Genetic diversity of Eurycoma longifolia inferred
from single nucleotide-polymorphisms. Plant Physiology, 131
(3), 1294-1301.
Satayavivad J, Soonthornehareonnon N, Somanabandhu A &
Thebtaranonth Y (1998). Toxicological and antimalarial
activity of eurycomalactone and Eurycoma longifolia Jack
extracts in mice. Thai J Phytopharmacy, 5,14-27.
Tada H, Yasuda F, Otani K, Doteuchi M, Ishihara Y & Shiro M
(1991). New antiulcer quassinoids from Eurycoma longifolia.
Eur J Med Chemistry, 26, 345-349.
Tee TT, Cheah YH & Hawariah LP (2007). F16, a fraction from
Eurycoma longifolia Jack extract, induces apoptosis via a
caspase-9-independent manner in MCF-7 cells. Anticancer Res,
27, 3425-3430.
Thoi LV & Suong NN (1970). Constituent of Eurycoma
longifolia Jack. J Organic Chemistry, 35, 1104-1109.