You are currently viewing Mengenal Temulawak, Harta Karun dari Indonesia

Mengenal Temulawak, Harta Karun dari Indonesia

  • Post author:
  • Post category:Herbal

Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) adalah tanaman asli Indonesia yang sangat berharga dan telah lama menjadi bagian tak terpisahkan dari jamu, yaitu sistem pengobatan tradisional Indonesia. Bagian yang paling kaya manfaat dari tanaman ini adalah rimpangnya (akar tinggal). Tulisan ini akan mengupas tuntas “kekuatan super” yang tersembunyi di dalam rimpang Temulawak dengan cara yang sederhana dan mudah dipahami, berdasarkan bukti-bukti ilmiah.

1. “Pasukan Khusus” di Dalam Temulawak: Senyawa Aktif Utama

Di dalam rimpang Temulawak, terdapat berbagai senyawa kimia yang bertanggung jawab atas khasiatnya. Senyawa-senyawa ini bisa kita bayangkan seperti “pasukan khusus” yang bekerja di dalam tubuh untuk menjalankan misi-misi kesehatan.

Kurkuminoid dan Terpenoid: Dua Jagoan Utama

Secara umum, “pasukan khusus” ini terbagi menjadi dua kelompok utama, yaitu kurkuminoid dan terpenoid. Keduanya merupakan kelompok senyawa yang paling melimpah ditemukan dalam rimpang Temulawak. Salah satu senyawa yang paling istimewa adalah xanthorrhizol, sejenis terpenoid yang menjadi ciri khas utama Temulawak dan membedakannya dari kerabat dekatnya, kunyit (Curcuma longa).

• Kurkuminoid: Inilah senyawa yang memberikan warna kuning-oranye cerah pada Temulawak. Selain sebagai pewarna alami, mereka adalah pelindung multitalenta yang telah terbukti memiliki segudang manfaat bagi tubuh.

• Terpenoid (terutama Xanthorrhizol): Inilah sumber aroma khas Temulawak. Di dalam kelompok ini, Xanthorrhizol adalah bintang utamanya—senyawa langka yang menjadi ‘sidik jari’ kimia Temulawak dan membedakannya secara jelas dari kunyit.

Lalu, apa saja misi penting yang dijalankan oleh pasukan khusus ini di dalam tubuh kita? Mari kita bedah tiga kekuatan utamanya.

2. Tiga Kekuatan Utama Temulawak untuk Kesehatan

Senyawa-senyawa aktif dalam Temulawak memiliki tiga kemampuan utama yang telah dibuktikan secara ilmiah, yang juga mendukung penggunaan tradisionalnya selama berabad-abad.

2.1. Kekuatan Antioksidan: Pelindung Sel dari “Karat” Tubuh

Bayangkan tubuh kita seperti mesin. Seiring waktu, proses metabolisme menghasilkan molekul tidak stabil yang disebut radikal bebas. Radikal bebas ini seperti “karat” di dalam tubuh; mereka dapat merusak sel-sel sehat, yang pada akhirnya memicu berbagai penyakit degeneratif dan penuaan dini.

Temulawak bertindak sebagai “cairan anti-karat” yang kuat. Senyawa di dalamnya memiliki aktivitas antioksidan yang mampu menetralisir radikal bebas, melindungi sel dari kerusakan oksidatif. Kekuatan ‘anti-karat’ inilah yang menjadi landasan ilmiah mengapa Temulawak secara tradisional diandalkan untuk mengatasi masalah sendi seperti arthritis sekaligus menjaga kesehatan kulit dari penuaan dini.

2.2. Kekuatan Anti-inflamasi: Meredakan Peradangan “Api” Internal

Peradangan atau inflamasi bisa diibaratkan seperti “alarm kebakaran” di dalam tubuh. Saat terjadi cedera atau infeksi, peradangan adalah respons yang normal. Namun, jika “alarm” ini terus berbunyi tanpa henti (peradangan kronis), ia bisa berubah menjadi “api kecil” yang merusak jaringan dan menyebabkan penyakit seperti radang sendi (arthritis).

Senyawa aktif dalam Temulawak, khususnya xanthorrhizol dan kurkuminoid, berperan sebagai “pemadam kebakaran” yang efektif. Mereka bekerja dengan cara menekan produksi zat-zat pemicu peradangan (seperti COX-2 dan iNOS) di dalam tubuh. Kemampuan inilah yang secara ilmiah menjelaskan mengapa Temulawak telah lama dipercaya untuk membantu meredakan berbagai penyakit yang disebabkan oleh peradangan.

2.3. Kekuatan Antimikroba: Benteng Pertahanan Melawan Kuman

Kekuatan ketiga dari Temulawak adalah kemampuannya bertindak sebagai “benteng pertahanan” yang dapat melawan atau menghambat pertumbuhan mikroba berbahaya seperti bakteri dan jamur. Kemampuan ini mendukung penggunaan tradisionalnya untuk mengatasi berbagai masalah infeksi, terutama pada kulit dan sistem pencernaan.

Berikut adalah beberapa contoh bagaimana kekuatan antimikroba Temulawak bekerja, berdasarkan penelitian ilmiah:

Masalah Kesehatan Terkait KumanBagaimana Temulawak Membantu
Masalah JerawatMinyak atsiri dari kelopak bunga Temulawak terbukti dapat menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes, yang merupakan penyebab utama jerawat.
Masalah DiareEkstrak Temulawak menunjukkan kemampuan untuk menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli, salah satu bakteri yang sering menjadi penyebab diare.
Masalah Plak GigiSenyawa xanthorrhizol secara efektif mampu menghambat pembentukan biofilm oleh bakteri Streptococcus mutans, bakteri yang berperan besar dalam pembentukan plak gigi.

Dengan tiga kekuatan hebat ini—melindungi, meredakan, dan melawan—Temulawak membuktikan dirinya sebagai sahabat bagi kesehatan tubuh.

3. Kesimpulan: Sahabat Kesehatan dari Alam Indonesia

Dari melindungi sel-sel kita layaknya perisai antioksidan, hingga memadamkan ‘api’ peradangan internal dan membangun benteng pertahanan melawan kuman, tiga kekuatan super Temulawak bukanlah lagi sekadar cerita turun-temurun. Kini, sains modern telah menegaskan apa yang telah diketahui oleh leluhur kita selama berabad-abad: harta karun dari tanah Indonesia ini adalah sahabat sejati bagi kesehatan. Memanfaatkannya secara bijak adalah cara kita menghargai kekayaan alam sekaligus merawat tubuh.

Jurnal : Jurnal-Temulawak-anti-inflamasi-untuk-penyembuhan-luka.pdf

Referensi :

Afianti, H. P., Murrukmihadi, M. (2015). Pengaruh Variasi
Kadar Gelling Agent HPMC terhadap Sifat Fisik dan
Aktivitas Antibakteri Sediaan Gel Ekstrak Etanolik
Daun Kemangi (Ocimum basilicum L. forma
citratum Back.). Majalah Farmaseutik, Vol. 11(2),
Pp. 307-315.
Ahmad, S. U., Aladdin, N.-A. B., Jamal, J. A., Shuid, A.
N., Mohamed, I. N. (2021). Evaluation of WoundHealing and Antioxidant Effects of Marantodes
pumilum (Blume) Kuntze in an Excision Wound
model. Molecules, Vol. 26(1), Pp. 28.
Anggun, B. D., Slamet, S., Pambudi, D. B. (2020). Uji
Stabilitas Fisik Formula Sediaan Gel Ekstrak Daun
Kelor (Moringa Oleifera Lamk.). Jurnal Ilmiah
Kesehatan, Vol. 13(2), Pp. 115-122.
Christodouleas, D. C., Fotakis, C., Nikokavoura, A.,
Papadopoulos, K., Calokerinos, A. C. (2015).
Modified DPPH and ABTS Assays to Assess The
Antioxidant Profile of Untreated Oils. Food
Analytical Methods, Vol. 8(5), Pp.1294–1302.
Comino-Sanz, I. M., Lopez-Franco, M. D., Castro,
B., Pancorbo-Hidalgo, P. L. (2021). The Role of
Antioxidants on Wound Healing: A Review of
The Current Evidence. Journal of Clinical Medical,
Vol.10(16), Pp. 3558.
Deng, Z., Shi, F., Zhou, Z., Sun, F., Sun, M.-H., Sun, Q.,
Chen, L., Li, D., Jiang, C.-Y., Zhao, R.-Z., Cui, D., Wang,
X.-J., Jing, Y.-F., Xia, S.-J., Han, B.-M. (2019). M1
Macrophage Mediated Increased Reactive Oxygen
Species (ROS) Influence Wound Healing via The
MAPK Signaling in Vitro and in Vivo. Toxicol Appl
Pharmacology, Vol. 366, Pp.83-95.
Devaraj, S., Ismail, S., Ramanathan, S., Yam, M. F. (2014).
Investigation of Antioxidant and Hepatoprotective
Activity of Standardized Curcuma xanthorrhiza
Rhizome in Carbon Tetrachloride-Induced Hepatic
Damaged Rats. Scientific World Journal, Pp. 353128.
Dosoky, N. S., Setzer, W. N. (2018). Chemical Composition
and Biological Activities of Essential Oils of Curcuma
Species. Nutrients, Vol. 10(9), Pp. 1196.
Fuchs, S., Shariati, K., Ma, M. (2020). Specialty Tough
Hydrogels and Their Biomedical Applications.
Advanced Healthcare Materials, Vol. 9(2),
Pp. e1901396.
Gharibi, R., Yeganeh, H., Rezapour-Lactoee, A., Hassan,
Z. M. (2015). Stimulation of Wound Healing by
Electroactive, Antibacterial, and Antioxidant
Polyurethane/Siloxane Dressing Membranes: in
Vitro and in Vivo Evaluations. ACS Applied Materials
& Interfaces, Vol. 7(43), Pp. 24296-24311.
Ghomi, E. R., Khalili, S., Khorasani, S. N., Neisiany, R. E.,
Ramakrishna, S. (2019). Wound Dressings: Current
Advances and Future Directions. Journal of Applied
Polymer Science, Vol. 136(27), Pp. 47738.
Ginting, C. N., Lister, I. N. E., Girsang, E., Riastawati, D.
(2020). Antioxidant Activities of Ficus Elastica
Leaves Ethanol Extract and Its Compounds.
Molecular and Cellular Biomedical Sciences,
Vol. 4(1), Pp. 27-33.
Gunes, S., Tamburaci, S., Dalay, M. C., Gurhan, I. D. (2017).
In Vitro Evaluation of Spirulina Platensis Extract
Incorporated Skin Cream with Its Wound Healing
and Antioxidant Activities. Pharmaceutical Biology,
Vol. 55(1), Pp. 1824-1832.
Hadisi, Z., Nourmohammadi, J., Nassiri, S. M. (2018). The
Antibacterial and Anti-Inflammatory Investigation
of Lawsonia Inermis-Gelatin-Starch Nano-Fibrous
Dressing in Burn Wound. International Journal
of Biological Macromolecules, Vol.107(Part B),
Pp. 2008-2019.
Hakkarainen, T., Koivuniemi, R., Kosonen, M., EscobedoLucea, C., Sanz-Garcia, A., Vuola, J., Valtonen, J.,
Tammela, P., Mäkitie, A., Luukko, K., Yliperttula, M.,
Kavola, H. (2016). Nanofibrillar Cellulose Wound
Dressing in Skin Graft Donor Site Treatment.
Journal of Controlled Release, Vol.244(Part B),
Pp. 292-301.
Hasanah, U., Yusriadi, Y., Khumaidi, A. (2017). Formulasi
Gel Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa oleifera
Lam) sebagai Antioksidan. Online Journal of
Natural Science, Vol..6(1), Pp. 46-57
Helary, C., Abed, A., Mosser, G., Louedec, L., Letourneur,
D., Coradin, T., Giraud-Guille, M. M., Meddahi-Pelle,
A. (2015). Evaluation of Dense Collagen Matrices as
Medicated Wound Dressing for The Treatment of
Cutaneous Chronic Wounds. Biomaterials Science,
Vol. 3(2), Pp. 373-382.
Kesumayadi, I., Almas, A. I., Rambe, Hakim, I. N.,
Rebriarina, H. (2021). Effect of Curcuma xanthorrhiza
Gel on Methicillin-Resistant Staphylococcus
aureus-Infected Second-Degree Burn Wound in
Rats. Natural Product Sciences, Vol. 27(1), Pp. 1-9.
Khan, A. W., Kotta, S., Ansar, S. H., Sharma, R. K., Kumar,
A., Ali, J. (2013). Formulation Development,
Optimization and Evaluation of Aloe Vera Gel
for Wound Healing. Pharmacognosy Magazine,
Vol. 9((Suppl. 1), Pp. S6-S10.
Koo, M.-A., Hong, S. H., Lee, M. H., Kwon, B.-J., Seon, G.
M., Kim, M. S., Kim, D., Nam, K. C., Park, J.-C. (2019).
Effective Stacking and Transplantation of Stem Cell
Sheets using Exogenous ROS-Producing Film for
Accelerated Wound Healing. Acta Biomaterialia,
Vol. 95, Pp. 418-426. Kumar, S., Sandhir, R., Ojha, S. (2014). Evaluation of
Antioxidant Activity and Total Phenol in Different
Varieties of Lantana camara Leaves. BMC Research
Notes, Vol. 7(1), Pp. 1-9.
Kurahashi, T., Fujii, J. (2015). Roles of Antioxidative
Enzymes in Wound Healing. Journal of
Developmental Biology, Vol. 3(2), Pp. 57-70.
Lee, Y.-H., Chang, J.-J., Chien, C.-T., Yang, M.-C., Chien, H.-
F. (2012). Antioxidant Sol-Gel Improves Cutaneous
Wound Healing in Streptozotocin-Induced Diabetic
Rats. Experimental Diabetes Research, Pp. 504693.
Malone-Povolny, M. J., Maloney, S. E., Schoenfisch, M.
H. (2019). Nitric Oxide Therapy for Diabetic Wound
Healing. Advanced Healthcare Materials, Vol. 8(12),
Pp. e1801210.
Mansouri, F. El, Farissi, H. El, Fadoua, A., Gueriri, S. A.
El. (2021). Investigation of The Pharmacological
Properties and Antioxidant Activity of Curcuma
longa. L. AIP Conference Proceedings, Vol.2417(1),
Pp. 20025.

Mary, H. P., Susheela, G. K., Jayasree, S., Nizzy, A.,
Rajagopal, B., Jeeva, S. (2012). Phytochemical
Characterization and Antimicrobial Activity
of Curcuma xanthorrhiza Roxb. Asian Pacific
Journal of Tropical Biomedicine, Vol.2(Suppl.2),
Pp. S637-S640.
Mayet, N., Yahya E Choonara, P. K., Tomar, L. K., Tyagi,
C., Toit, L. C. Du, Pillay, V. (2014). A Comprehensive
Review of Advanced Biopolymeric Wound Healing
Systems. Journal of Pharmaceutical Sciences,
Vol.103(8), Pp. 2211-2230.
Mulholland, E., Dunne, N. J., McCarthy, H. O. (2017).
MicroRNA as Therapeutic Targets for Chronic
Wound Healing. Molecular Therapy – Nucleic Acids,
Vol. 8(C), Pp. 1-21.
Nguyen, T. T. T., Ghosh, C., Hwang, S.-G., Tran, L. D., Park,
J. S. (2013). Characteristics of Curcumin-Loaded
Poly (Lactic Acid) Nanofibers for Wound Healing.
Journal of Materials Science, Vol. 48, Pp. 7125–7133.
O’Connor, N. A., Syed, A., Wong, M., Hicks, J., Nunez,
G., Jitianu, A., Siler, Z., Peterson, M. (2020).
Polydopamine Antioxidant Hydrogels for Wound
Healing Applications. Gels, Vol. 6(4), Pp. 39.
Rahmat, E., Lee, J., Kang, Y. (2021). Javanese
turmeric (Curcuma xanthorrhiza Roxb.):
Ethnobotany, Phytochemistry, Biotechnology,
and Pharmacological Activities. Evidence-Based
Complementary and Alternative Medicine, Vol. 11.
Ramdani, E. D., Marlupi, U. D., Sinambela, J. M.,
Tjandrawinata, R. (2016). A New Method of
Xanthorrhizol Isolation from The Rhizome Extract
of Curcuma xanthorrhiza. Scholars Academic
Journal of Biosciences, Vol. 4, Pp.732-737.
Rohman, A., Widodo, H., Lukitaningsih, E., Rafi, M.
(2019). Review on in Vitro Antioxidant Activities
of Curcuma Species Commonly Used as Herbal
Components in Indonesia. Food Research, Vol. 4(2),
Pp. 286-293. Rohman, A., Wijayanti, T., Windarsih, A., Riyanto, S. (2020).
The Authentication of Java Turmeric (Curcuma
xanthorrhiza) using Thin Layer Chromatography
and 1H-NMR based-Metabolite Fingerprinting
Coupled with Multivariate Analysis. Molecules,
Vol. 25(17).
Rosidi, A. (2020). The Difference of Curcumin and
Antioxidant Activity in Curcuma xanthorrhiza at
Different Regions. Journal of Advanced Pharmacy
Education & Research, Vol. 10(1), Pp. 14-18.
Rosidi, A., Khomsan, A., Setiawan, B., Riyadi, H. (2016).
Antioxidant Potential of Temulawak (Curcuma
xanthorrhiza roxb). Pakistan Journal of Nutrition,
Vol. 15(6), Pp. 556-560.
Sahoo, A., Jena, S., Ray, A., Dash, K. T., Nayak, S., Panda,
P. C. (2021). Chemical Constituent Analysis and
Antioxidant Activity of Leaf Essential Oil of Curcuma
xanthorrhiza. Journal of Essential Oil Bearing Plants,
Vol. 24(4).
Sayuti, N. A. (2015). Formulasi dan Uji Stabilitas Fisik
Sediaan Gel Ekstrak Daun Ketepeng Cina (Cassia
alata l.). Jurnal Kefarmasian Indonesia, Vol. 5(2),
Pp. 74-82.
Senja, R. Y., Amelia, R. (2018). Formulasi dan Uji Stabilitas
Gel Ekstrak Etanol Daun Kemangi (Ocimum
sanctum L.) dengan Pembentuk Gel Carbopol 940
Konsentrasi 0.5% & 0.75% dan HPMC. Medimuh:
Jurnal Kesehatan Muhammadiyah, Vol. 1(1),
Pp. 45-54.
Shi, L., Liu, X., Wang, W., Jiang, L., Wang, S. (2018). A Self‐
Pumping Dressing for Draining Excessive Biofluid
around Wounds. Advanced Materials, Vol 31(5).
Sohn, D. H., Kim, Y. C., Oh, S. H., Park, E. J., Li, X., Lee,
B. H. (2003). Hepatoprotective and Free Radical
Scavenging Effects of Nelumbo Nucifera.
Phytomedicine, Vol. 10(2–3), Pp. 165-169.
Sukweenadhi, J., Yunita, O., Setiawan, F., Kartini,
K., Siagian, M. T., Danduru, A. P., Avanti, C.
(2020). Antioxidant Activity Screening of Seven
Indonesian Herbal Extract. Biodiversitas, Vol. 21(5),
Pp. 2062-2067.
Süntar, I., Akkol, E. K., Nahar, L., Sarker, S. D. (2012).
Wound Healing and Antioxidant Properties:
Do They Coexist in Plants? Free Radicals and
Antioxidants, Vol. 2(2), Pp. 1-7.
Thangavel, P., Ramachandran, B., Kannan, R.,
Muthuvijayan, V. (2017). Biomimetic Hydrogel
Loaded with Silk and l‐Proline for Tissue
Engineering and Wound Healing Applications.
Journal of Biomedical Materials Research Part B:
Applied Biomaterials, Vol. 105(6), Pp. 1401-1408.
Tonin, L. T. D., Oliveira, T. F. V. de, Marco, I. G. de, Palioto,
G. F., Düsman, E. (2021). Bioactive Compounds
and Antioxidant, Antimicrobial and Cytotoxic
Activities of Extracts of Curcuma longa. Journal of
Food Measurement and Characterization, Vol. 15,
Pp. 3752–3760.
Reghita Claudia Malau et al. | Journal of Vocational Health Studies 07 (2024): 166-174 174
Widowati, W., Herlina, T., Ratnawati, H., Constantia,
G., Deva, Sathya, I. D. G., Maesaroh, M. (2015a).
Antioxidant Potential of Black, Green and Oolong
Tea Methanol Extracts. Biology, Medicine, & Natural
Product Chemistry, Vol. 4(2), Pp. 35-39.
Widowati, W., Janeva, B. W., Nadya, S., Amalia, A.,
Arumwardana, S., Kusuma, H. S. W., Arinta, Y. (2018).
Antioxidant and Antiaging Activities of Jasminum
Sambac Extract, and Its Compounds. Journal of
Reports in Pharmaceutical Sciences, Vol. 7(3),
Pp. 270-285.
Widowati, W., Pryandoko, D., Wahyuni, C. D.,
Marthania, M., Kusuma, H. S. W.,Handayani,
T. (2021a). Antioxidant Properties of Soybean
(Glycine max L.) Extract and Isoflavone. 2021 IEEE
International Conference on Health, Instrumentation
& Measurement, and Natural Sciences (InHeNce),
Pp. 1–6.
Widowati, W., Ratnawati, H., Husin, W., Maesaroh, M.
(2015b). Antioxidant Properties of Spice Extracts.
Biomedical Engineering, Vol. 1(1), Pp. 24-29.
Widowati, W., Tjokropranoto, R., Damayanti, C., Kusuma,
H., Handayani, T., Rizal, R. (2021b). Potential of Black
Tea (Camellia Sinensis (L.) O. Kuntze) Extract as
Anti-oxidant and Skin Anti-aging.
Widyastuti, I., Luthfah, H. Z., Hartono, Y. I., Islamadina, R.,
Can, A. T., Rohman, A. (2021). Antioxidant Activity
of Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) and
Its Classification with Chemometrics. Indonesian
Journal of Chemometrics and Pharmaceutical
Analysis, Vol. 1(1), Pp. 28-41.
Xu, Z., Han, S., Gu, Z., Wu, J. (2020). Advances and
Impact of Antioxidant Hydrogel in Chronic Wound
Healing. Advanced Healthcare Materials, Vol. 9(5),
Pp.1901502.
Zhang, C.-M., Fan, P.-H., Li, M., Lou, H.-X. (2014). Two New
Sesquiterpenoids from The Rhizomes of Curcuma
xanthorrhiza. Helvetica Chimica Acta, Vol. 97(9),
Pp. 5-1300.